Bisnis Online Modal Murah

Bisnis Online Modal Murah
Dapatkan Peluang Balik Modal Paling Cepat

Bank Bisnis

 Bank Bisnis Internasional


PT Bank Bisnis Internasional atau yang lebih diketahui dengan Bank Bisnis (IDX: BBSI) yakni sebuah bank yang berdiri semenjak 1957.


Termasuk bank kecil dengan modal terakhir Rp 2,06 triliun di akhir 2021, Bank Bisnis sesungguhnya memiliki umur yang cukup tua, sudah berdiri sejak 16 Maret 1957 dengan nama NV (kemudian PT) Bank Ekonomi Nasional yang berbasis di Bandung. Bank Ekonomi Nasional mendapat mendapatkan izin sebagai Bank Umum pantas dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.56202/U.M.II. tertanggal 11 April 1957.


 Pada dikala didirikan, pemilik sahamnya terdiri dari sebagian orang yaitu Ahman Warsoma, Atim Djamhari, Njonja Soemarni, Thjie Soei Seng, dan Oh Siauw Law.Pada tahun 1965, Bank Ekonomi Nasional mempunyai 2 kantor, adalah kantor pusat di Jl. Asia Afrika 123, Bandung dan satu kantor cabang di Krekot, Jakarta.


Tapi, di tahun 1970-an, tercatat bank ini sempat menderita krisis dan hampir gulung tikar. Baru-baru, di tanggal 2 Juni 1976, nama Bank Ekonomi Nasional diganti menjadi Bank Pengembangan Nasional. Tercatat, di tahun 1988, Bank Pengembangan Nasional dikelola oleh Sukun Natawidjaja dkk. Sundjono Suriadi, yang nantinya akan mengatur bank ini, juga duduk di bangku komisaris. Saat itu, kantor pusatnya telah pindah ke Jl. Asia Afrika 121, Bandung, dan pada tahun tersebut mencatatkan aset Rp 11 miliar. 

Bank Bisnis


Pada tanggal 10 Januari 1995, nama bank berganti menjadi Business International Bank, dan terakhir di tanggal 3 Mei 1996 menjadi namanya dikala ini, merupakan Bank Bisnis Internasional. Pada spot inilah, Sundjono Suriadi hadir sebagai pemegang saham dominan, dimana pada tahun 2002, melewati perusahannya PT Sun Land Investama dan PT Sun Antarnusa Investment mengontrol 100% saham. Sundjono adalah seorang pengusaha tekstil yang mempunyai sejumlah pabrik seperti PT Sunson Textile Manufacturer Tbk dan PT Maju Mustika Garment. Akhir-akhir, si kecil-anak Sundjono juga duduk dalam kepemimpinan bank ini.


Pada tahun 2017, Bank Bisnis diatur sahamnya oleh PT Sun Antarnusa Investment 10,43%, PT Sun Land Investama 35,60%, dan Sundjono Suriadi 53,96%. Walaupun demikian, Bank Bisnis masih tergolong bank kecil, dengan pada tahun 2014 memiliki aset Rp 540 miliar, modal Rp 83,6 miliar, 7 kantor cabang dan status bank nondevisa. Di tahun 2020, asetnya menjadi Rp 985 miliar dan modal inti Rp 491 miliar. Belakangan, demi menambah modal cocok dengan kewajiban, keluarga Sundjono Suriadi melepas 15% sahamnya dalam cara kerja go public yang dikerjakan pada 7 September 2020 di Bursa Efek Indonesia dengan harga permulaan Rp 480. 


PT Sun Antarnusa Investment


Tapi, kemungkinan karena masih belum cukup menambah modal, Bank Bisnis mengundang sebuah fintech, Kredivo (PT FinAccel Teknologi Indonesia) untuk membeli saham bank ini. Pada 21 Mei 2021, Kredivo membeli 24% saham Bank Bisnis, yang kemudian menjadi 40% pada 15 Oktober 2021. Kredivo ketika itu memang ingin mempunyai bank komputerisasi bernama Lime Bank. Kemudian, di tanggal 4 April 2022, saham Kredivo naik menjadi 75% yang menjadikannya pemegang saham mayoritas, yang berarti juga mengakhiri kendali keluarga Suriadi di bank ini meski masih mengatur saham minoritas. Masuknya Kredivo ke bank kecil ini tercatat sempat menaikkan harganya menjadi Rp 7.900/lembar di Oktober 2021. Kredivo sendiri bersepakat untuk menaikkan modal inti Bank Bisnis menjadi layak kewajiban, yaitu Rp 3 triliun.


Sejarah

Bank ini berfokus di Bandung dengan domisili di Jalan Ir H. Juanda No. 137 Bandung dan memiliki Kantor Cabang di:

  • Bandung: KCP Surya Sumantri, KCP Sunda & KCP  Batu
  • Jakarta: KCU Mangga Dua
  • Depok: KCU Cinere
  • Surabaya: KCU Ambengan Plaza


Manajemen

  • Presiden Komisaris: Abhijay Sethia
  • Komisaris Independen: Sugijarto Lukman
  • Komisaris Independen: Markus Sugiono
  • Presiden Direktur: Laniwati Tjandra
  • Direktur: Aries Purwo Dilliarso
  • Direktur: Alvin James Kurniawan

LihatTutupKomentar