Bisnis Online Modal Murah

Bisnis Online Modal Murah
Dapatkan Peluang Balik Modal Paling Cepat

Bisnis Global

 BISNIS  GLOBAL 


 ABSTRAK 

Perusahaan  yang  akan  memasuki  pasar  global  sudah  tentu  seharusnya  memahami  seluk-beluk  berbisnis  di  pasar  global  hal yang demikian  supaya  dapat  bersaing  dengan  perusahaan  lain.  Artikel ini menguraikan seluk beluk berbisnis di pasar global yang mencakup : karakteristik bisnis global, sebagian  kesepakatan  perdagangan  antar  negara,  peta  perdagangan  dunia,  taktik  keunggulan bersaing,  tingkat  keterlibatan  dalam  bisnis  global,  strategi  memasuki  pasar  asing, hambatan-hambatan perdagangan internasional, strategi memudahkan bisnis internasional, dan pengontrolan perdagangan internasional. 


Pendahuluan

Seiring  dengan  kian  matangnya pasar dalam negeri dan melambatnya pertumbuhan penjualan, maka perusahaan-perusahaan  di  tiap-tiap  industri akan     menyadari     meningkatnya     arti penting  pengembangan  bisnis  di  negara-negara   lain.   Selain   perluasan   pasar, penyebaran  produk,  meningkatkan  citra perusahaan  dengan  merek  yang  diketahui di  pasar  global,  juga  peningkatan  omzet perusahaan.  Perdagangan  global  adalah hal  yang  vital  bagi  sebuah  negara  dan bisnisnya, sebab hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi dengan  menyediakan  pasar  bagi  produk-produknya  dan  akses  ke  sumber-sumber tenaga    yang    dibutuhkan.    Perusahaan-perusahaan bisa memperluas pasarnya , mencari    kesempatan    untuk    tumbuh    di negara-negara    lain    dan    menjadaikan sistem  produksi  dan  distribusinya  lebih efisien. 


Kesimpulan masalah 

Bagaimanakah seluk-beluk perdagangan   global   dan   faktor-unsur apakah    yang    wajib    dipertimbangkan dalam menjelang bisnis global ? 

Pengertian Bisnis global ialah aktivitas   bisnis   yang   melampaui   dan melalui batas-batas sebuah negara serta terkoneksi  sedunia  pada  tingkatan  kultural, politik, dan ekonomi dengan menghilangkan hambatan-hambatan komunikasi   dan   perdagangan.   Bisnis Internasional    membuat    perekonomian dunia    menjadi    cara    tunggal    yang saling   bergantung   satu   dengan   yang lainnya.

Bisnis Global


Karakteristik Bisnis Global

1.Bisnis dilaksanakan oleh penduduk suatu negara  dengan  penduduk  negara  lain atas dasar kesepakatan bersama. 

2.Pembeli   dan   penjual   terpisah   atas batas-batas negara. 

3.Barang  seharusnya  dikirim  atau  diangkut dari  suatu  negara  ke  negara  lainnya harus     mencontoh     dan     memenuhi prasyarat   aturan   pabean   yang berlaku di masing-masing negara. 

4.Bisnis  terjadi  sebab  ada  perbedaan keunggulan-keunggulan   (keunggulan totaliter,  keunggulan  komparatif  dan keunggulan bersaing nasional). 

5.Antara    negara    yang    satu    dengan negara   lainnya   terdapat   perbedaan dalam bahasa, mata uang, tata tertib, dll. 


Faktor-faktor pendorong Bisnis Global Faktor-elemen yang mendorong  Bisnis Global antara lain

1.Untuk  memenuhi  keperluan  barang dan jasa di luar negeri (pasar asing). 

2.Untuk mendapatkan manfaat-manfaat    tertentu,    antara    lain    : memperoleh   kekuatan   kerja   murah, lebih  dekat  dengan  sumber  bahan baku,  mendapatkan  tanah  yang  lebih murah, menghindari hambata- perdagangan    berupa    biaya,    dapat merasakan    kemudahan-kemudahan yang    dikasih    oleh    pemerintah suatu negara yang berupaya menarik investor dari luar negeri 

3.Harapan untuk mendapatkan profit dan meningkatkan pendapatan negara. 

4.Adanya perbedaan kemampuan pembatasan  ilmu  pengetahuan  dan teknologi  dalam  mengolah  sumber tenaga   ekonomi.   Perusahaan   ingin memanfaatkan  kemajuan  teknologi, komunikasi dan transportasi sehingga bisa menjangkau konsumen  internasional  secara  lebih murah, lebih kencang dan lebih bagus. 

5.Adanya  kabar  eksklusif  perihal kesempatan pasar internasional, contohnya ditemukannya sumber bahan  mentah  baru  dalam  jumlah besar lewat foto satelit. 

6.Adanya janji manajemen untuk terjun ke area bisnis internasional. 

7.Untuk  memperoleh  skala  ekonomis dalam berproduksi. 

8.Untuk meningkatkan citra perusahaan   di   dunia   internasional dan dalam negeri 

9.Untuk    mengekspor    teknologi    ke negara-negara    terbelakang    dalam rangka membuka pasar.

10.Adanya  kelebihan  produksi  dalam negeri,   sehingga   perlu   pasar   baru untuk memasarkan produk hal yang demikian. 


Beberapa  kesepakatan  antar  negara yang memicu perdagangan internasional, antara lain : 

1.North American Tidak Trade Agrement (NAFTA). Perjanjian    NAFTA    antara    lain    : mencabut   hampir   segala   biaya   dan hambatan perdagangan diantara negara member. Negara yang tergabung dalam NAFTA antara lain : AS, Kanada, dan Meksiko. 

2.Uni Eropa (UE) Perjanjian   Uni   Eropa   antara   lain   : menghilangkan kuota dan menetapkan    tahapan    biaya    yang seragam   atas   produk-produk   yang diimpor dan dieksport diantara member  Uni  Eropa,  serta  penetapan mata   uang   tunggal   Euro.      Negara yang   tergabung   dalam   Uni   Eropa terdiri    dari    :    Jerman,    Perancis, Belanda,    Swedia,    Spanyol,    Italia, Belgia, Luxemburg, Denmark, Irlandia,   Yunani,   Portugal,   Austria, Finlandia,   Republik   Ceko,   Estonia, Hongaria,   Latvia,   Lituania,   Malta, Polandia,  Siprus,  Slovenia  Slowakia, Bulgaria, Rumania, Kroasia. 

3.Assiciattion  Of  South  East  Asian Nations (ASEAN) Perjanjian AFTA yang menghilangkan   tarif   dan   hambatan perdagangan sesama member ASEAN.    Negara    yang    tergabung dalam ASEAN terdiri dari : Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailan,    Brunai,    Vietnam,    Laos, Pilipina, Kamboja, Mianmar. 

4.World Trade Organization (WTO) WTO adalah organisasi yang menjadi saluran bagi negara-negara anggotanya    untuk    menegosiasi perjanjian  dagang  dan  memecahkan perselisihan  mengenai  kebijakan  dan praktek perdagangan. 


Ekonomi  dunia  berputar  di  3  pasaryaitu : 

1.Amerika  Utara  terdiri  dar  negarai  : AS, Kanada, dan Meksiko 

2.Eropa  terdiri  dari  negara  :  Jerman, Perancis,  Belanda,  Swedia,  Spanyol, Italia,  Belgia,  Luxemburg,  Denmark, Irlandia,   Yunani,   Portugal,   Austria, Finlandia,   Republik   Ceko,   Estonia, Hongaria,   Latvia,   Lituania,   Malta, Polandia,  Siprus,  Slovenia,  Slovakia, Bulgaria, Rumania, Kroasia. 

3.Asia   Fasifik,   terdiri   dari   negara   : Jepang, Tiongkok, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Korea    Selatan,    Taiwan,    Filipina, Australia. 


Keunggulan bersaing Terjadinya bisnis internasional disebabkan   oleh   keunggulan   bersaing yakni :

1.Keunggulan   absolut,  adalah   seandainya suatu    negara    dapat    memproduksi suatu  barang  dengan  harga  yang  jauh lebih  murah  dan  atau  kwalitas  yang lebih tinggi jika dibandingi dengan negara lain. 

2.Keunggulan komparatif, adalah sekiranya suatu negara dapat memproduksi    barang    secara    lebih efisien   atau   lebih   baik   dari   pada barang-barang lainnya. 

3.Keunggulan berkompetisi nasional, adalah  keunggulan  yang  berakar  dari kombinasi faktor tenaga kerja, modal, kewirausahaan,   sumber   daya   fisik, sumber     tenaga     isu,     keadaan permintaan,  industri  terkait,  industri pensupport,,    taktik,    struktur    dan persaingan. 


Manfaat bisnis internasional 

Ada beberapa manfaat bisnis internasional antara lain : 

1.Mendapat   barang   dan   jasa   yang tak    dapat    diproduksi    di    dalam negeri. 

2.Memperoleh profit dari spesialisasi. 

3.Memperluas    pasar    industri    dalam negeri. 

4.Transfer     teknologi     modern     dan meningkatkan produktivitas. 


Neraca   perdagangan   suatu   negara adalah  sempurna  nilai  ekonomi  suatu  negara dari   segala   produk   yang   diimpornya dikurangi sempurna skor ekonomi dari seluruh produk  yang  diekspornya.  Seandainya  hasilnya negatif,    negara    hal yang demikian    mengalami defisit,  dan  bila  neracanya  positif  maka negara  tersebut  mengalami  surplus  nilai perdagangan internasionalnya. 


Fungsi   Neraca   perdagangan   antara lain: 

1.Untuk menjelaskan aktivitas ekonomi internasional suatu negara. 

2.Alat bagi pemerintah untuk menetapkan kebijakan moneter. 

3.Alat    untuk    membeberkan    perihal sumber  pendapatan  dan  penerapan devisa luar negeri.

4.Alat   untuk   menerima   ilustrasi seputar imbas transaksi luar negeri kepada pendapatan nasional 

Neraca Perdagangan Indonesia


Poin tukar adalah nilai dipertukarkannya  skor  mata  uang  suatu negara  dengan  nilai  mata  uang  negara lain.  Bilai  skor  mata  uang  suatu  negara menguat, perusahaan mengalami kesusahan     mengeksport     produk     dan perusahaan   asing   akan   menjadi   lebih mudah  menjelang  pasar  dalam  negeri. Bila  nilai  uang  suatu  negara  merosot, perusahaan  akan  mengalami  kemudahan mengeksport produk sebab lebih menguntungkan. 


Sebab-karena terjadinya perubahan poin tukar suatu negara antara lain : 

1.Perubahan  harga  barang  eksport  dan import. 

2.Perubahan cita rasa masyarakat. 

3.Kenaikan harga awam (inflasi). 

4.Perubahan   suku   bunga   dan   tingkat pengembalian investasi. 

5.Pertumbuhan ekonomi 


Tahap-tahap perusahaan yang beroperasi di pasar dunia  

Ada 4 level yang seharusnya dilalui oleh perusahaan  yang  beroperasi  di  pasar dunia adalah :

1.Perusahaan domestik, yaitu perusahaan yang memusatkan orientasi  dan  strateginya  pada  pasar penasok  dan  pesaing  domestik.  Pada tahap    ini    manajemen    perusahaan masih   memperhatikan   pasar   dalam negeri padat dengan kesempatan serta jauh lebih aman.  Tetapi  ini  dapat  dimungkinkan karena pasar dalam negeri belum disantroni oleh perusahaan asing. 

2.Perusahaan     internasional,     adalah perusahaan    yang    melayani    pasar domestik    (nasional)    di    negaranya sendiri  dan  pasar  nasional  di  negara lain.    Dengan    kata    lain    kesibukan pemasaran perusahaan  yang lewat batas-batas negara. Perusahaan dalam negeri berkembang menjadi perusahaan internasional karena merasa   pasarnya   di   dalam   negeri sedikit  demi  sedikit  digerogoti  oleh perusahaan asing dan mulai mengamati   adanya   kesempatan   yang menarik di pasar internasional. Semangatnya    orientasi    bisnisnya    masih bersifat etnosentris, yakni mengamati operasi domestik sebagai kesibukan   primer   sedangkan   operasi internasional sebagai kesibukan sekunder.  Berdasarkan  pun  masuk  ke pasar   internasional   masih   semata-mata    untuk    melempar    kelebihan produksi   atau   memperpanjang   daur hidup produk perusahaan. Keputusan-keputusan yang diambil oleh manajemen  perusahaanpun  dilandasi oleh  nilai-nilai  kultur,  pengalaman, dan   pengetahuannya   sendiri.   Untuk menangani aktivitas internasionalnyapun, perusahaan lazimnya membentuk divisi internasional dalam struktur organisasinya  yang  sifat  pengambilan keputusannya sentralisasi.. 

3.Perusahaan multinasional  adalah perusahaan  yang  menjual  produknya ke  banyak  negara  yang  tiap-tiap  negara diperlakukan sebagai pasar  tersendiri.   Perusahaan   internasional memasuki   tahap   ini   sebab   mulai menyadari     bahwa     setiap     negara membutuhkan penanganan yang berbeda  agar  operasi  perusahaan  di sana  bisa  sukses.  Dengan  kata  lain orientasi     bisnisnya     mulai     mulai berubah dari etnosentris ke polisentris yang melihat pasar di negara lain betul-betul     berbeda     (unik)     sehingga melayaninya dibutuhkan program pemasaran tersendiri yang independen. Sifat pengambilan keputusan  manajemen  lebih  condong ke desentralisasi yang struktur organisasinya ditata atas dasar kawasan geografis. 

4.Perusahaan global atau transnasional, merupakan perusahaan yang memperlakukan   dunia   sebagai   satu pasar.   Dasar   pemikirannya   yaitu bahwa  pasar  dunia  bergerak  ke  arah keseragaman.  Hampir  tiap  orang  di seluruh  dunia  mengharapkan  barang yang diperhatikan, didengar dan dirasakannya via kemajuan teknologi.  Oleh  karena  itu  terdapat suatu  segmen  yang  substansial  yang memiliki    keperluan    yang    sama. Orientasi bisnis global ialah geosentris,  yakni  menganggap  pasar dunia memiliki persamaan-persamaan dan   perbedaan-perbedaan,   sehingga memungkinkan   terciptanya   strategi global yang memanfaatkan kesamaan-kesanmaan   yang   ada  dan menanggapi perbedaan-perbedaan yang  ada.  Perusahaan  global  menjual produk  global  tapi  dengan  ragam lokal   (menyesuaikan   produk   global itu dengan situasi setempat). Perusahaan  global  memiliki  struktur organisasi  dalam  bentuk  matriks  atau campuran (Tjiptono, 1997) 


Tingkat    keterlibatan suatu bisnis dalam bisnis internasional Ada    sebagian    tahapan    keterlibatan dalam bisnis internasional antara lain : 

1.Eksport dan import 

2.Perusahaan internasional 

3.Perusahaan multinasional


Eksportir yaitu  perusahaan yang mendistribusikan dan memasarkan produk kepada satu negara asing atau lebih. 

Importir yaitu perusahaan yang membeli produk si pasar asing dan kemudian mengimportnya kembali untuk dijual kembali di negaranya. 

Perusahaan internasional adalah perusahaan yang melaksanakan sebagaian besar bisnisnya di negara-negara  asing dan melakukan produksi di luar negeri. 

Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang merancang, memproduksi,  dan  memasarkan  produk di   banyak   negara   (Ebert dan Grifin, 2014) 

Ekspor dan Impor


Spektrum strategi organisasi internasional mencakup : 

1.Agen  independen, adalah individu atau organisasi asing   yang   setuju untuk mewakili kepentingan eksportir dalam berbagai pasar di luar negeri. 

2.Pemberian lisensi yakni suatu perjanjian  dimana  suatu  perusahaan mengijinkan   suatu   perusahaan  lain untuk mempergunakan nama mereknya, prosedur operasionalnya di negara lain. 

3.Kantor cabang merupakan  kantor di luar negeri yang didirikan oleh perusahaan internasional atau multinasional. 

4.Aliansi strategis ialah perjanjian (disebut  juga  usaha  bersama) dimana suatu  perusahaan  mencari  mitra  asing untuk  menyumbang  sejumlah  sumber energi yang dibutuhkan untuk mendirikan   dan   menjalankan   bisnis baru di negara mitra.. 

5.Investasi asing langsungadalah perjanjian  dimana  suatu  perusahaan membeli    atau    membanguna aset berwujud  di  negara  lain.(Ebert dan Grifin, 2014) 


Metode Tjiptono dan Gregorius Chandra  (2012) mengemukakan bahwa secara  umum  taktik  memasuki  pasar asing dapat dikerjakan dengan cara : 

1.Ekspor (ekspor   tidak   langsung, ekspor bersama, dan ekspor lantas). 

2.Biaya Kontraktual (Contract manufacturing,  lisensi, waralaba, dan usaha patungan). 

3.Electronic Marketing (bisnis on line)


Secara awam ada 2 jenis hambatan perdagangan internasional  yakni : 

1.Hambatan biaya, contoh : pajak impor, pajak ekspor, dll 

2.Hambatan non tarif, figur : pengendalian spesifik atas perdagangan cukai dan prosedur masuk administratif,standard (kesehatan, keamanan, mutu), partisipasi pemerintah dalam perdagangan (kebijakan), dll 


Hambatan-hambatan perdagangan internasional 

Ada beberapa hambatan dalam perdagangan internasional antara lain : 

1.Perbedaan sosial dan budaya. 

2.Perbedaan ekonomi. 

3.Perbedaan peraturan dan politik. 

4.Kuota, ialah pengaturan jumlah produk ragam tertentu yang dapat diimport ke dalam negeri. 

5.Embargo merupakan perintah pemerintah untuk melarang import produk  tertentu atau seluruh produk dari negara tertentu

6.Hukum yaitu tingkat pajak yang dikenakan atas produk-produk import

7.Subsidi adalah pembayaran pemerintah  untuk  membantu  bisnis dalam negeri untuk berkompetisi dengan perusahaan asing.

8.Menganalisa kandungan lokal ialah hukum    yang    menuntut    bahwa produk    yang    dipasarkan    di    negara tertentu paling tak beberapa dihasilkan di negara tersebut.

9.Proteksi  adalah  praktek  melindungi bisnis  dalam  negeri  dari  kompetisi bebas   dengan   mengontrol   produk tertentu masuk ke dalam negeri.

10.Kartel   yakni asosiasi   produsen yang bertujuan mengontrol penawaran  dan  harga  produk  yang diperdagangkan. 

11.Dumping  yaitu  prktek  penjualan suatu  produk  tertentu  di  luar  negeri dengan harga yang lebih rendah dari harga di negara asal.


Tapi-hal yang sepatutnya dipandang dalam mempermudah bisnis internasional, antara lain : 

1.Menjalankan pasar global dan memutuskan segmentasi pasar, positioning  dan  targeting  dari  pasar global   yang   akan   disantroni,   yang paling  gampang  dilaksanakan    dan  yang paling menguntungkan. 

2.Merancang   strategi   produk   global, taktik harga global, taktik distribusi  global  dan  strategi  promosi global. 

3.Menelaah   pertumbuhan   ekonomi lokal  dengan  berupaya  menggunakan kekuatan  kerja  lokal  dan  sumber  bahan baku lokal. 

4.Membagi kepemilikan dengan mencari mitra strategis lokal. 

5.Menelaah lobbying untuk kepentingan keberadaan bisnis. 

6.Menjalankan wujud intervensi pemerintah dalam bisnis. 

7.Mengerjakan     tradisi     lokal     dan intrapretasi   serta   pemahaman   nya, berusaha   paham   dan   memahami kebiasaan  lokal.  Pemasar  internasional amat    perlu    mempunyai    kepekaan budaya yang mampu mengamati, memahami, mengukur dan mengapresiasi    nuansa    kebudayaan secara objektif. 


Alasan-alasan suatu negara menjalankan penguasaan terhadap perdagangan internasional antara lain : 

1.Melindungi industri baru. 

2.Bisnis internasionalnya. 

3.Melindungi pasar dalam negeri. 

4.Mencegah   larinya devisa ke luar negeri. 

5.Adanya  kebutuhan  untuk  menahan uang/dana di dalam negeri. 

6.   akumulasi  kapital di dalam negeri. 

7.Mempertahankan standard hidup dan bayaran kongkrit di dalam negeri. 

8.Konservasi atas sumber kekuatan alam. 

9.Industrialisasi  negara  yang  tingkat bayarannya rendah dan menjaga standard hidup. 

10.Mempertahankan penyediaan lapangan    kerja    dan    mengurangi pengangguran. 

11.Menjaga  pertahanan    dan  ketahanan nasional. 

12.Meningkatkan ukuran dan skala bisnis dalam negeri. 

13.Menjaga nasionalisme dan kecintaan akan produk dalam negeri. 

14.Membalas  perbuatan  negara  lain  dan untuk meningkatkan bargaining power 

15.Meningkatkan   jiwa   kewirausahaan dalam negeri 


Penutup

Untuk    berhasil    dalam    melakukan bisnis global telah tentu seharusnya merajai   seluk-beluk  pengelolaannya dan elemen-faktor yang mesti dilihat. Namun-hal yang perlu dipahami  dalam  berbisnis  global  antara lain     :     karakteristik     bisnis     global, beberapa kesepakatan perdagangan antar negara, peta perekonomian dunia, taktik   keunggulan   bersaing,   tingkat keterlibatan  dalam  bisnis  global,  strategi memasuki     pasar     asing,     hambatan-hambatan    perdagangan    internasional, strategi mempermudah bisnis internasional, dan pengendalian perdagangan internasional.

LihatTutupKomentar