Bisnis Online Modal Murah

Bisnis Online Modal Murah
Dapatkan Peluang Balik Modal Paling Cepat

Usaha Keluarga

Pengerjaan Suksesi Usaha Keluarga


Definisi Usaha Keluarga

1.   Usaha Keluarga (family business) ialah suatu perusahaan yang kepemilikannya melibatkan fungsi dua atau lebih anggota keluarga yang sama secara lantas dalam sebuah usaha.

2.      Berdasarkan Longenecker, dkk (2003), usaha keluarga adalah:

    “A family business is a company in which two or more members of the same family share ownership or work in its operation”. (“Usaha keluarga yaitu suatu perusahaan di mana dua atau lebih member keluarga sama-sama berperan sebagai pemilik atau bekerja bersama dalam operasi bisnis”).

3.   Usaha Keluarga adalah usaha yang kepemilikannya diturunkan dari generasi suatu keluarga pada generasi berikutnya.


Perhatian Keluarga dan Tumpang Tindih (Overlapping) Kesibukan Bisnis

Overlapping (tumpang tindih) merupakan keadaan dimana didalam suatu situasi tercipta dua hal. Variasi yang seringkali tumpang tindih dalam kesibukan bisnis keluarga merupakan diskusi bisnis dan diskusi keluarga. Maka keduanya perlu perhatian yang wajib dipisahkan dengan jelas. Perhatian yang dimaksud antara lain:


1.      Perhatian Keluarga

a.       Mengurus dan mengasuh member keluarga supaya tetap harmonis.

b.  Jabatan dan promosi dalam perusahaan berorientasi pada garis keturunan keluarga yang diutamakan dan diprioritaskan.

c.       Loyalitas pada keluarga tetap menjadi tujuan yang sama.


2.      Perhatian Bisnis

Produksi dan distribusi barang atau jasa tetap profesional.


3.      Keperluan untuk manajemen professional

Operasi perusahaan yang tepat sasaran dan efisien, konsisten menjadi tujuan selanjutnya.


Beberapa Profit Usaha Keluarga

1.      Daya relasi keluarga tiap jangka waktu-jangka waktu menarik perubahan bisnis.

2.  Pengorbanan-perjuangan keuangan member keluarga membuat usaha menjadi lebih baik, sehingga usaha mendapatkan modal murah.

3.      Operasi suatu usaha keluarga mampu membikin kekhasan usaha dari para pesaing.

4.   Tingkat hubungan menjadi lebih tinggi kepada perhatian kelompok sosial keluarga dengan para pekerja yang bukan keluarga.

5.      Cakap merencanakan dan menyiapkan untuk menjadikan laba rentang panjang.

6.      Senantiasa berfokus pada kualitas dan poin.

Usaha Keluarga


Profit usaha keluarga menurut Longenecker, dkk (2003) yakni sebagai berikut:

1.      Motivasi kuat dari member keluarga

Pada tahap awal perintisan dan permulaan cara kerja, usaha selalu diiringi dengan motivasi kerja kuat dan pengelolaan yang rapi, baik usaha tersebut telah atau belum mendatangkan manfaat. Masing-masing member keluarga akan termotivasi dengan bagus seandainya bisa mencapai tujuannya dan rela untuk menempuh tujuannya dan rela untuk menjaga jalannya usaha.


2.      Menerapkan tema-tema keluarga dalam iklan

Promosi penjualan untuk usaha keluarga lebih cenderung akan menggunakan tema-tema keluarga dalam melaksanakan periklanannya untuk membedakan dengan para saingan.


3.      Penekanan di tempat kerja

Kecil laki-laki atau perempuan atau anggota keluarga yang lain saling segan untuk meninggalkan bisnisnya dan diinginkan masing-masing berkontribusi maksimal di tempat kerja atau bisnisnya.


4.      Fokus pada progres perjalanan bisnis

Fokus usaha keluarga berlokasi pada perjalanan atau pelaksanaan bisnis.


5.      Penekanan pada produk dan atau jasa

Fokus keluarga terletak pada mutu dan skor atas produk dan/jasa yang diciptakan.


Susunan Tradisi dan Pola-Pola Dalam Usaha Keluarga

Istiadat total suatu perusahaan keluarga, mencakup bisnis perusahaan, keluarga dan pola-pola pengelolaan. Tidak jarang budaya organisasi usaha keluarga cenderung dibentuk oleh latar belakang keluarga, semisal etnis atau suku bangsa tertentu dari pucuk pimpinan usaha yang berperan sebagai pencetus usaha keluarga tersebut. Pola-pola perilaku dan kepercayaan yang menjadi ciri khas usaha keluarga juga termasuk pada susunan kebiasaan.


Susunan kebiasaan pada usaha keluarga bisa digambarkan sebagai berikut:

1.      Jenis pola bisnis

a.       Paternalistik

Pola relasi bisnis dalam keluarga dikelola atau dianalogikan sebagai kekerabatan antara bapak dengan si kecil. Seorang bapak lebih dominan dalam mengelola bisnis, dan anak dianggap sebagai orang yang seharusnya patuh pada kebijakan bapak dan ibu atau bapaknya.


b.      Laissez-Faire

Pola kekerabatan bisnis dalam usaha keluarga dikelola secara bebas. Dengan kata lain, buah hati diberi kebebasan atau dibolehkan atau diberikan kebebasan seluas-luasnya dalam berkreasi sepanjang tujuan perusahaan bisa tercapai.


c.       Partisipatif

Pola relasi bisnis dalam usaha keluarga dikelola dengan menyokong partisipasi semua anggota keluarga guna menempuh tujuan perusahaan yang sudah ditentukan.


d.      Profesional

Pola relasi bisnis dalam usaha keluarga antara member keluarga dikelola secara professional.


2.      Tipe pola pengelolaan

a.       Dewan kertas

Pengelolaan yang dilakukan oleh dewan pimpinan keluarga hanya formalitas atau cuma diatas kertas.


b.      Dewan stempel

Pengelolaan dewan pimpinan hanya formalitas atau sebagai stempel belaka.


c.       Dewan penasihat

Pendiri usaha dalam pengelolaan usaha keluarga hanya didudukkan sebagai penasihat.


d.      Dewan pengawas

Pendiri usaha cuma sebagai pengawas perusahaan.


3.      Ragam pola keluarga

a.       Perayahan

Pola perayahan digunakan sebagai contoh dalam pengambilan keputusan, maksudnya pihak ayah sebagai penentu dalam pengambilan keputusan tertinggi perusahaan.


b.      Konflik sama

Pola kerja sama dipakai sebagai contoh dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan tertinggi dalam perusahaan keluarga.


c.       Dan

Pola manajemen konflik sebagai figur dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan perusahaan keluarga.


Peran dan Pertalian Keluarga

-          Macam yang perlu diamati oleh Peluang dalam usaha keluarga

1.      Apakah anak aku mempunyai watak dan kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin usaha keluarga?

2.      Bagaimana aku dapat menyemangati si kecil aku supaya memiliki energi tarik besar pada usaha keluarga?

3.      Pekerjaan pendidikan dan keahlian apakah yang mungkin dapat membantu dalam menyiapkan buah hati aku agar bisa memimpin usaha keluarga?

4.      Apakah jadwal yang patut saya ikuti dalam mempekerjakan dan mempromosikan buah hati saya sebagai penerus usaha keluarga?

5.      Bagaimana aku dapat menghndari sikap pilih kasih dalam perlakuan dan pengembangan anak aku (tidak ada perbedaan perlakuan terhadap si kecil, sehingga seolah-olah anak yang satu buah hati emas dan yang lainnya dianggap sebagai si kecil tiri)?

6.      Bagaimana saya dapat mencegah kekerabatan bisnis dari yang mungkin dapat merusak hubungan harmonis antara orang tua dengan si kecil?

Keluarga


-          Jenis yang perlu dipandang oleh regu Suami Istri dalam usaha keluarga

1.      Kemampuan untuk membagi lebih dalam setiap kehidupan lainnya.

2.      Pertentangan-pertentangan bisnis yang akan mencampuri kehidupan keluarga.

3.      Kemauan tidak dapat ditinggalkan (cuti) untuk kehidupan keluarga.

4.      Pembagian tanggung jawab keluarga mengurangi muatan.


-          Jenis yang perlu diperhatikan oleh Buah Laki-laki dan Perempuan dalam usaha keluarga

1.      Preferensi individu tidak sama ketimbang sebuah usaha.

2.      Sebab individu tidak cukup untuk memikul peran dalam usaha.

3.      Stimulan individu untuk bebas memilih karir lainnya.


-          Jenis yang perlu dipandang pada kerja sama Saudara Kandung dalam usaha keluarga

Saudara sekandung saling berprofesi sama secara harmonis, mereka tidak saling menjatuhkan satu sama lain, tapi melihat bahwa saudara kandung sebagai regu inti yang kuat dalam melaksanakan usaha keluarga hal yang demikian.


-          Ragam yang perlu dipandang tentang Kedudukan Dibutuhkannya

Perlu adanya kejelasan regulasi mengenai kedudukan di dalam atau di luar kesibukan usaha. Pelaksanaan konflik dan perbedaan pendapat antar member keluarga tak jarang terjadi.


-          Tipe yang perlu dilihat bila Suami Istri Pengusaha

Komunikasi antara suami istri pengusaha ialah kritis bagi mereka untuk menyelenggarakan sebuah regu yang tepat sasaran bagi keduanya, bisnis dan keluarga.


-          Jenis yang perlu diperhatikan dalam menyambut Menantu baru dalam usaha keluarga

1.      Perkenalkan mereka pada usaha keluarga.

2.      Berikan mereka ilustrasi ikhtisiar dan libatkan dia ke dalam suatu seminar yang bertemakan usaha keluarga.

3.      Mainkan peran sebagai duta besar serta tunjukkan empati dan simpati dengan para pendatang baru (menantu).

4.      Akan terdapat penekanan beraneka daya dan prestasi menantu laki-laki atau menantu perempuan.

5.      Berikan ruang emosi pada pengantin baru, memperkenankan mereka untuk membangun kultur pribadi mereka kedalam usaha keluarga hal yang demikian.


Manajemen Profesioanal pada Usaha Keluarga

Prinsip manajemen profesional pada usaha keluarga memutuskan:

1.      Praktik paling bagus

-          Berhasil pemikiran baru dan pengetahuan strategis yang segar.

-          Tarik dan tetap memakai manajer-manajer yang unggul.

-          Ciptakan suatu fleksibilitas, sehingga bisa menciptakan organisasi kreatif.

-          Ciptakan dan hemat menerapkan modal.

-          Siapkan para substitusi pemimpin.

-          Manfaatkan keunggulan-keunggulan unik anggota keluarga pada usaha.


2.      Tidak karyawan bukan keluarga pada usaha keluarga

a.       Karyawan yang bukan keluarga berpotensi menimbulkan bahaya (hazards) dalam hal:

-   Menurut dengan member keluarga untuk kemajuan usaha.

-  Terjebak dalam pertentangan-pertentangan dan politik persaingan keluarga dalam perusahaan.


b.      Solusi sekiranya terdapat karyawan yang bukan member keluarga pada usaha keluarga ialah:

-  Kenali jabatan yang mulanya hanya untuk member keluarga, lalu buatlah cadangan jabatan yang masih mungkin diisi oleh karyawan yang bukan anggota keluarga pada usaha keluarga.

- Sikapi kendala pegawai bukan keluarga dan keluarga secara fair, secara khusus dalam hal promosi, sanksi dan penghargaan (reward).


3.      Perenungan kembali para anggota keluarga (permenungan/mundur dari keramaian)

Rencanakanlah perenungan yang dijalankan oleh anggota keluarga, seumpama di wilayah terpencil untuk mendiskusikan persoalan-situasi sulit dan strategi usaha keluarga ke depan. Perenungan ini dapat juga melibatkan dan memanfaatkan fasilitator dari luar perusahaan apabila mungkin diperlukan.


4.      Dewan keluarga

Dewan keluarga (family councils) adalah kategori organisasi keluarga yang berkumpul secara periodik untuk membicarakan isu-kabar yang berkaitan dengan usaha keluarga. Tujuan dibentuknya dewan keluarga ialah untuk mengambil keputusan strategis tertinggi. Dengan adanya dewan keluarga seandainya bisnis mengalami sebuah risiko, karenanya tidak akan terjadi kondisi saling menyalahkan, tapi sebagai keputusan bersama kalau berhasil atau gagal seharusnya dapat diterima oleh semua pihak.


Mengembangkan-Memaksimalkan Rupanya Suksesi Kepemimpinan Sedap Tidak Dalam Suatu Usaha Keluarga

1.      Kecil yang nyaman dan selalu dapat dipercaya, sehingga usaha menjadi menguntungkan.

2.      Mengembangkan usaha yang stabil karena adanya hubungan-kekerabatan keluarga yang sehat dan harmonis.

3.      Senantiasa siap dengan perencanaan ke depan untuk suksesi kepemimpinan.

4.      Kepemimpinan keluarga positif dan struktur manajemen yang berorientasi pada suatu kerja tim yang solid.

5.      Penyajian beragam peluang karier tanpa mengorbankan keharmonisan keluarga.

6.      Komunikasi yang terbuka mengenai info-isu usaha keluarga.


  Usaha Lokal Sedap Panduan

Kasus 10.1 Cerita Singkat “Usaha Gudeg Kendil:  Gudeg Bu Djuminten”

 Gudeg sudah berdiri semenjak 1936 di Yogjakarta oleh Bu Djuminten.  Bu Djuminten aslinya ialah toko favorite mantan presiden Soeharto.  Gudeg Bu Djuminten awalnya memasarkan menu favorite gudeg kendil. Hidangan ini merupakan sejenis nasi gudeg lengkap yang dipersembahkan di dalam wadah berbentuk tabung dari tanah liat yang disebut kendil. Disetiap kendil berisi nasi gudeg komplit dengan ayam, telur, ati ampela, tahu dan tempe yang diberesi rapi. Pada tahun 1997 barulah warung Bu Djuminten masuk ke Jakarta. Dengan ketekunan dari cucu Bu Djuminten yaitu pasangan Hernawan Edi dan Ambarawati, yang rela meninggalkan kesibukan dan profesi masing-masing hanya untuk coba-coba meneruskan warisan sang nenek, maka dikala ini  Gudeg Kendil sudah menjadi makanan yang sangat populer di kalangan masyarakat.

Es Teler 77


Kasus 10.2 Cerita Singkat “Usaha Keluarga Sukyatno Nugroho Es Teler 77”

Sukyatno Nugroho, 59 tahun yang cuma berbekal ijazah SMP saat ini telah menjadi wirausahawan yang sukses besar. Pria asal Jawa ini awalnya mencoba beraneka tipe usaha yang tak sukses.  pengalaman itulah yang membikin dia bisa belajaran untuk mengelolah usah yang besar hingga saat ini.  bukan cuma satu usaha yang dibuka kecuali Es Teler 77 yang dibuka di beraneka negara adalah Singapura, Brunai Darusalam, Malaysia dan Australia, dia juga membuka usaha lain berupa “Mie Tek-Tek” dan “Ikan Bakar Pasti ”. Tak hanya itu dengan bekal usaha yang mewaralaba. Hati bungsunya Fredella Nugroho yang dikuliahkan di Australia ketika ini menjadi Direktur Pengelola  Modern Cilantro Asian Bistro & Longe restoran terkemuka di Indonesia. Itu yakni kerja keras ayahnya yang menyekolahkannya dengan kerja keras dan menganggap penting sebuah pendidikan. Karenanya tak hanya mewariskan ilmu tetapi juga ketekunan yang membikin si kecilnya mendapat kepercayaan yang besar.

LihatTutupKomentar