Bisnis Online Modal Murah

Bisnis Online Modal Murah
Dapatkan Peluang Balik Modal Paling Cepat

Bank Aladin Syariah Saham

Mau Rights Issue, Saham Bank Aladin Syariah Drop! Asing Kabur


Saham PT Bank Net Indonesia Syariah Tbk (BANK), bank yang baru saja mengganti namanya menjadi PT Bank Aladin Syariah Tbk, melemah di area merah sejak awal perdagangan hari ini, Jumat (23/4/2021).


Pelemahan terjadi pascakabar terkini soal rencana manajemen BANK untuk menambah modal via penambahan modal dengan memberikan hak mengorder efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.


Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pukul 11.00 WIB, saham BANK ambles 1,88% ke Rp 3.660/saham. Pelemahan ini terjadi setelah BANK mengalami penguatan selama dua hari sebelumnya.


Adapun asing tercatat mengerjakan jual bersih sebesar Rp 33,58 juta di saham ini.

Saham Bank Aladin


Tampaknya, pesona saham BANK dalam sepekan terakhir mulai memudar. Ini menonjol dari pertumbuhan saham ini yang tercatat minus 3,43%. Padahal dalam sebulan BANK melesat 38,11%. Sepekan asing juga jualan Rp 12 miliar.


Saham ini memang 'primadona' pemberi modal sejak permulaan penawaran biasa saham perdana (initial public offering/IPO) pada 1 Februari lalu.


Bagaimana tidak, sejak awal melantai di bursa, saham ini terus melesat, kendati diganjar suspensi sebanyak tiga kali oleh pihak bursa. Sejak IPO BANK telah meroket setinggi 3.453,39%.


Kemarin, Kamis (22/4), dalam klarifikasi atas pemberitaan media berkaitan soal kabar masuknya Sea Ltd, induk dari e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura, ke Bank Aladin, manajemen BANK juga kembali menegaskan rencana penambahan modal melewati rights issue.

Shopee


BANK memang berencana melakukan penambahan modal melalui rights issue yang rencananya akan disetujui lewat Rapat Biasa Pemegang Saham Luar Umum (RUPSLB) pada 7 April lalu. Melainkan, rights issue tersebut diputuskan untuk ditunda.


Manajemen bank menjelaskan, perseroan tak membahas rights issue, yang merupakan mata acara ketiga RUPSLB.


Ini lantaran pihak BANK meniru regulasi OJK yang mengungkapkan pembahasan hal yang demikian tak bisa bisa dikerjakan sebelum perseroan memenuhi POJK 32/2015, yakni soal kewajiban penyampaian keterbukaan informasi.


Pihak BANK mengakui, perseroan belum dapat menyajikan keterbukaan informasi terkait rights issue hal yang demikian.


Akan tapi, dalam keterbukaan berita itu, manajemen menambahkan, BANK akan tetap melakukan rights issue dalam waktu dekat, atau setidaknya dalam 1 tahun ke depan.


Asal tahu saja, baru-baru ini, beredar kabar soal agenda masuknya induk Shopee, Sea Group, ke BANK.


Isu hal yang demikian pertama kali diembuskan dalam laporan The Straits Times, media asal Singapura, berdasarkan sumber yang mengenal informasi pasar ini. Sumber hal yang demikian menyebutkan Sea sedang mengincar Bank Aladin Syariah untuk menjadi partner online dari buah hati usahanya Shopee.


Sea yang tercatat di bursa Wall Street, NYSE (New York Stock Exchange), dengan kode saham SE ini sudah mempunyai PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Bank ini sekarang sudah berubah nama menjadi Bank Seabank Indonesia.

Bank Seabank Indonesia


Dalam penjelasan terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Bank Aladin menegaskan bahwa ketika ini perseroan memang dalam tahap penjajakan dengan sebagian calon mitra strategis kendati tidak menyangkal informasi hal yang demikian.


"Belum ada transaksi [masuknya Shopee], ketika ini perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan sebagian calon mitra strategis," kata Ali Akbar Hutasuhut, Head of Corporate Secretary Bank Aladin Syariah, dalam keterbukaan isu di BEI, Kamis (22/4/2021).


BEI pun bertanya apakah telah terjadi transaksi antara Bank Aladin Syariah dengan pihak Sea Ltd. sehingga perlu ditunjukkan ruang lingkup dan format kerja sama operasional serta dampak kepada usaha Bank Aladin Syariah sebagai bank komputerisasi.


"Belum ada transaksi, dikala ini perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan sebagian calon mitra strategis," jelasnya.


Ia mengatakan, ruang lingkup kerja sama dengan mitra strategis (tanpa menyebut Shopee) dapat meliputi, namun tidak terbatas pada penyediaan layanan dan produk perbankan konvensional dan digital bagi calon mitra perseroan untuk menyokong bisnis calon mitra strategis.


"Kerja sama ini dapat meningkatkan bisnis Perseroan karena adanya ekosistem calon mitra strategis yang bisa digarap sehingga bisa meningkatkan portofolio kredit dan/atau dana pihak ketiga (DPK) perseroan," jelasnya.


Ali juga belum dapat membeberkan porsi kepemilikan Sea Ltd dan pihak pengendali sesudah akuisisi jika terjadi.


"Belum ada transaksi, ketika ini perseroan masih dalam tahap penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis. Ketika ini perseroan berencana akan menjalankan penambahan modal dengan menerbitkan saham baru [rights issue] dan dikala ini perseroan sedang melakukan penjajakan dengan beberapa calon mitra strategis untuk mengembangkan bisnis perseroan."


LihatTutupKomentar